Brankas Alm. Olo Panggabean Di bobol


Dua brankas milik Almarhum Olo Panggabean dibobol pencuri. Isinya bundelan berisi uang dan surat berharga senilai Rp2 triliun raib dicuri. Aksi pencurian itu tak memakai kekerasan ataupun dengan cara merusak, melainkan brankas dibuka menggunakan kuncinya. Pengakuan dicurinya dua brankas Alm Olo Panggabean ini disampaikan tujuh dari sembilan ahli waris yang akan menerima harta Alm Olo Panggabean, Kamis (11/2) kediaman Alm Olo Panggeban di Jalan Sekip No. 36 (Gedung Putih, Red).

Dalam keterangannya kepada wartawan, mewakili ahli waris, Hara P Panggabean mengatakan, bahwa dua brankas milik Alm Olo Panggabean dibongkar orang yang sudah dikenalnya yakni pemegang kunci. Adapun orang yang dikenalnya ini merupakan abang dari Alm Olo Panggabean yang masih hidup.

Dia mencurigai orang itu, berdasarkan bukti kuat. Sekitar delapan bulan lalu, seminggu setelah Alm Olo Panggabean dikebumikan, seluruh ahli waris menga dakan pertemuan untuk membicarakan warisan dari harta milik Alm Olo Panggabean. Ketika itu ada kesepakatan harta yang ditinggalkan Olo disimpan dalam dua brankas dan dihitung bersama. Setelah dihitung, ada kesepakatan bila membuka brankas harus mendapatkan persetujuan dari ahli waris.

Namun, anak Albert M Panggabean abang kandung Alm Olo Panggabean menyampaikan, bahwa ada ahli waris Alm Olo Panggabean yang telah menjual dua unit ganset, sebidang tanah di Belawan, satu unit truk dan ternak lembu, ikan dan ayam di Medan Tuntutangan serta mengalihkan satu buah kios No. 110 Blok D di Pasar Petisah.

“Kami baru mengetahui sebulan lalu, kalau harta itu sudah dijual. Makanya kami kumpul dan membuka brankas ini pada (9/2) dengan memanggil pengacara dan tukang kunci. Tapi setelah dibuka brankas telah kosong,” katanya.

Untuk diketahui, sebutnya, Ketika seluruh ahli waris kumpul di rumah Alm Olo, kunci brankas milik Alm diberikan kepada ibunya. Tapi, karena ibunya pergi ke Jakarta, kunci diserahkan kepada Budi Panggabean. Karena Budi Panggabean menghargai keluarga tertua, makanya kunci tersebut diserahkan kepada abang kandung Alm Olo Panggabean yang masih hidup.

“Makanya kami sudah mengetahuinya siapa yang mengambil uang ini, jadi kami atas nama keluarga akan melaporkan ini kepada pihak kepolisian, sebab jalur kekeluargaan sudah berulang kali dilakukan tidak pernah mau,” bebernya seraya menyebutkan penjaga rumah Alm Olo Panggabean, Gadod sekarang ini tidak tampak lagi.

Sebenarnya, pihaknya sudah pernah membuat pengaduan ke Polsek Medan Baru. Tapi, laporan ini belum bisa ditanggapi, sebab harta warisan harus ada kesepakatan bersama dan ditunjukkan seluruh tandatangan bukti ahli waris. Makanya sekarang ini tujuh keluarga penerima ahli waris dari harta Alm Olo Panggabean menggunakan pengacara, Sjafaruddin SH MH dan Irwansyah Gultom.

Pada keterangannya, Sjafaruddin menerangkan, sekitar satu minggu setelah Olo meninggal, ada kesepakatan harta yang ditinggalkan Olo disimpan dalam dua brankas dan dihitung bersama. Setelah dihitung, ada kesepakatan bila membuka brankas harus mendapatkan persetujuan dari ahli waris.

Oleh karena itu, bundel warisan yang ada di dalam dua brankas ini belum bias dibagikan karena belum ada persetujuan seluruh ahli warisnya. Perlu diketahui, Olo Panggabean memiliki 10 bersaudara, bila Alm Olo meninggal maka ada 9 ahli waris, baik kakak, abang dan adiknya berhak atas ahli waris.

“Bila ada 9 bersaudara, maka semuanya berhak menerima warisan dan yang berlaku juga hukum nasional di sini,” ucapnya. Pada kesempatan yang sama, Irwansyah Gultom menjelaskan, ada unsur melawan hak di sini, pasalnya bila tidak putusan pengadilan terhadap penerima harta warisan maka hal yang dilakukan oleh pengambil harta ini melawan hak. “Tindakannya bias kea rah pidana,” ucapnya.

Adapun isi brankas milik Alm Olo Panggabean senilai Rp2 triliun yakni 27 buah cincin berlian masing-masing senilai Rp4 miliar, jam tangan merk Rolex lima buah masing-masing senilai Rp3 miliar, gelang dan kalung emas ditaksir bernilai setengah miliar, surat BPKB mobil sebanyak 29 unit, ditaksir senilai puluhan miliar, uang dalam mata uang euro dan dolar Amerika Serikat berkisar ratusan juta dan handphone Vertu satu unit seharga Rp400 juta serta buku tabungan yang tidak diketahui nilai tabungannya dan sertifikat tanah. “Atas nama keluarga Alm Olo Panggabean, kami menyampaikan kepada khalayak ramai agar jangan terlebih dahulu membeli harta atas nama Olo panggabean, sebab sekarang ini kami masih proses pembagian harta warisan,” ucapnya mengimbau.

Sumber – Hariansumutpos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s