Properties of Guava Fruit/ Manfaat Jambu Biji (English/Bahasa)


Properties of Guava Fruit

Guava (Psidium guajava Linn) originated from Central America. These plants can grow well in lowland and upland. Generally planted in the garden and in the fields. Guava tree is a plant much branched shrub, can reach 12 m height. The amount of fruit which the diameter varies from 2.5 cm up to more than 10 cm.

Guava is favored by the people generally are soft and thick, fleshy, sweet, a little seedy and large-sized fruit. Several types were seeded guava guava, among others, Sunday Market, Bangkok Cashew, cashew Palembang, breadfruit guava, cashew apple, guava juice, guava and guava brittle.

Among the various types of fruit, guava contains the highest vitamin C and contain enough vitamin A. Compared to other fruits such as oranges that have a vitamin C content of 49 mg/100 g of material, vitamin C content of guava 2-fold. Vitamin C is very good as antioxidants. Most of the vitamin C guava concentrated on the outer skin and the meat is soft and thick.

Vitamin C content of guava peaked towards mature. In addition to a reliable supplier of vitamin C, guava is also rich in fiber, especially pectin (soluble fiber), which can be used for material for the gel or jelly. Other benefits of pectin to lower cholesterol which binds cholesterol and bile acids in the body and helps expenditures. The study by Singh Medical Hospital and Research center Morrabad, India showed guava can lower total cholesterol and blood triglycerides and blood pressure of patients with essential hypertension.

Nutrition tables in 100 grams of guava

Guava also contains tannins, which cause fruit flavors Sepat but also serves on the digestive system, blood circulation, and is useful for attacking viruses.

Reduce the risk of heart disease up to 16%

Guava also contains potassium, which works to increase the regularity of heart rate, activating muscle contractions, regulate the delivery of other nutrients to body cells, control fluid balance in the body’s tissues and cells. The study by Singh Medical Hospital & Research Centre Morabad, India showed that guava can lower total cholesterol and blood triglycerides and blood pressure of hypertensive patients. Because of this high lycopene content, in Indonesia the guava fruit juice is often used to increase platelet levels of patients with dengue fever. According to Dr. James Cerda eating guava with 0.5 to 1 kg / day for 4 weeks the risk of heart disease can be reduced by 16%.

Guava is also found in lycopene which is a substance other than the potential non-nutritional fiber. Lycopene is karatenoid (important pigment in plants) found in the blood (0.5 mol per liter of blood) as well as having anti-oxidant activity. Lycopene epidemiologic research studies conducted by researchers in Italy, including 2706 cases of oral cavity cancer, tekek, esophagus, stomach, colon and rectum, if the consumption of lycopene is increased, especially in the guava fruit is red, seedy and tasteless sweet have any effect on the body provides protection from some types of cancer.

Besides the benefits of guava to maintain a healthy heart and blood vessels and prevent cancer, strengthen the immune system to attack the disease, improve the health of the gums, teeth and capillaries and helps absorption of iron and wound healing. Guava is also beneficial anti-inflammatory, anti-diarrhea and stop bleeding, for example in patients with dengue hemorrhagic fever (DHF).

Red Guava Can not Heal DBD

Guava is believed to raise levels of blood platelets and down as dengue fever. But actually medically guava not necessarily to cure dengue fever. “Red Guava only to enhance the body,” said Dian Afianti, doctors at the Hospital Roemani, Semarang, Central Java.

So if you have dengue fever should medical treatment be necessary. More importantly dengue fever should be prevented by keeping the environment clean and eliminate mosquito breeding sites and larvae-jentiknya.

 ===========================================================================================Khasiat Buah Jambu Biji
Jambu biji (Psidium guajava linn) berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Umumnya ditanam di pekarangan dan di ladang-ladang. Pohon jambu biji merupakan tanaman perdu yang bercabang banyak, tingginya dapat mencapai 12 m. Besarnya buah bervariasi dari yang yang berdiameter 2,5 cm sampai dengan lebih dari 10 cm.

Jambu yang digemari oleh masyarakat umumnya yang berdaging lunak dan tebal, rasanya manis, berbiji sedikit dan buahnya berukuran besar. Beberapa jenis jambu biji yang diunggulkan antara lain jambu Pasar Minggu, Jambu Bangkok, jambu Palembang, jambu sukun, jambu apel, jambu sari, jambu merah dan jambu merah getas.

Di antara berbagai jenis buah, jambu biji mengandung vitamin C yang paling tinggi dan cukup mengandung vitamin A. Dibanding buah-buahan lainnya seperti jeruk manis yang mempunyai kandungan vitamin C 49 mg/100 gram bahan, kandungan vitamin C jambu biji 2 kali lipat. Vitamin C ini sangat baik sebagai zat antioksidan. Sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal.

Kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang. Selain pemasok andal vitamin C, jambu biji juga kaya serat, khususnya pectin (serat larut air), yang dapat digunakan untuk bahan pembuat gel atau jeli. Manfaat pectin lainnya adalah untuk menurunkan kolesterol yaitu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh dan membantu pengeluarannya. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research center Morrabad, India menunjukkan jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah penderita hipertensi essensial.

 

Jambu biji juga mengandung tannin, yang menimbulkan rasa sepat pada buah tetapi juga berfungsi memperlancar sistem pencernaan, sirkulasi darah, dan berguna untuk menyerang virus.
Kurangi resiko penyakit jantung sampai 16%

Jambu biji juga mengandung kalium yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat-zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan dan sel tubuh. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital & Research Centre Morabad , India menunjukkan bahwa jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah penderita hipertensi. Karena kandungan likopen yang tinggi ini, di Indonesia jus buah jambu merah sering kali dipergunakan untuk meningkatkan kadar trombosit penderita penyakit demam berdarah. Menurut Dr. James Cerda dengan memakan jambu biji 0,5 – 1 kg / hari selama 4 minggu resiko terkena penyakit jantung dapat berkurang sebesar 16 %.

Dalam jambu biji juga ditemukan likopen yaitu zat non gizi potensial lain selain serat. Likopen adalah karatenoid (pigmen penting dalam tanaman) yang terdapat dalam darah (0,5 mol per liter darah) serta memiliki aktivitas anti oksidan. Riset-riset epidemologis likopen pada studi yang dilakukan peneliti Itali, mencakup 2.706 kasus kanker rongga mulut, tekek, kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur, jika mengkonsumsi likopen yang meningkat, khususnya pada jambu biji yang daging buahnya berwarna merah, berbiji banyak dan berasa manis mempunyai efek memberikan perlindungan pada tubuh dari beberapa jenis kanker.

Disamping manfaat jambu biji untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah munculnya kanker, memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, meningkatkan kesehatan gusi, gigi dan pembuluh kapiler serta membantu penyerapan zat besi dan penyembuhan luka. Jambu biji juga berkhasiat anti radang, anti diare dan menghentikan pendarahan, misalnya pada penderita demam berdarah dengue (DHF).

Jambu Merah Tidak Bisa Sembuhkan DBD

Jambu merah dipercaya bisa meningkatkan kadar trombosit darah yang turun saat demam berdarah. Namun sebenarnya secara medis jambu merah tidak serta merta bisa menyembuhkan demam berdarah. “Jambu merah hanya untuk meningkatkan daya tubuh,” kata Dian Afianti, dokter di Rumah Sakit Roemani, Semarang, Jawa Tengah.

Jadi bila anda menderita demam berdarah sebaiknya pengobatan medis tetap diperlukan. Lebih penting lagi sebaiknya cegah demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan serta memberantas sarang nyamuk dan jentik-jentiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s